Soekarno Angkat Bicara
Silahkan dinikmati… ini sebenarnya recreate dari image yang sama yang sudah beredar di Internet, cuma dibenerin kata-katanya sama source gambar dicari yang lebih baik
dari Aditya Cakasana
wakakakakakaakkaka jahat laaah!! =))
(Source: lockerz.com)
masih ingatkah permainan ini? yang sekaligus jadi ajang menghina teman anda *nama bisa diganti sesuai selera
ini pisan
12 Megapixel
- Utari:
- Utari:
- Icung:
- Utari:
- Pak Bahar:
- Utari:
- Pak Bahar:
- Utari:
- dari gue:
Kemana Budi yang rajin menabung itu sekarang
we miss you…
Naskah otentik Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda Indonesia dalam Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Selamat Hari Sumpah Pemuda.
No, Thai Life Insurance, you should just advertise tissue.
YA ALLAH IKLAN TIGA MENIT INI BIKIN NGGA KUAT. TOLONG. TOLONG. MATAKU JADI PICEK.
aslina ras :((
(Source: thefunnygentleman)
Via larasatimaginations
Perjalanan sejauh 1000 mil dimulai dengan 1 langkah.
– Pepatah Cina kuno (via audinaraisha) Via IO E LA MIA STORIAsinetron indonesia
jadi ya kawan2, kebetulan sekali pada waktu berbuka kemarin saya nonton tv, dan kebetulan yang tertonton waktu itu sinetron indonesia, saya ga nonton dari awal jadi gak ngerti tuh sinetron ceritanya tentang apa, pokoknya yang lagi saya tonton waktu itu tuh adegan ada massa mau nyerang sesuatu yang terlihat seperti pondok pesantren.
adegannya persis kalo demo di depan gedung2 DPR tapi bedanya massanya pada pake baju koko dan bawa-bawa senjata, terus si massanya mencoba untuk membobol gerbang yang dijaga sama orang-orang dari pihak pesantrennya itu. dan si massa berhasil ngebobol. akhirnya dimulailah adegan gelut antara massa vs pesantren.
nah disini mulai janggal….. waktu gelut tuh ya, kebanyakan orang-orang disana cuma mukul-mukul membabi buta, gw gakbisa bedain mana yang massa mana yang pihak pesantren, (atau jangan2 mereka juga gaktau mana lawan mana kawan terus saling memukul temannya sendiri?) terus mukanya pada kayak yang nahan pup (mungkin ceritanya marah) atau ada yang cuma sekedar teriak-teriak aja. gw mikirnya “ini gelut apa kesurupan?” terus ya yang lebih aneh lagi, ada suara-suara ceritanya suara orang2 saling memukul gitu, yang kalo di komik-komik mah bak buk bak dzigggh!! tapi, suaranya ituloh, yang gue tangkep, kedengerannya tuh suara drum banget. jadi pas ada orang mukul, bunyinya “dug” (kayak bunyi bass drumnya) terus pukul lagi “tek tek” (kayak bunyi snare drum gitu). gw mikirnya, mungkin kalo mereka terus-terusan gelut lama-lama sound effectnya bakalan ada beatnya “duk duk tek duk duk tek, duk duk tek duk… cess” dan mungkin tiba-tiba bakal ada suara cymbal, ceritanya sound effect orang lagi ditampar(?)
tapi beruntunglah pas ditengah2 nonton adegan janggal itu, ada yang mindahin channel, jadi gaktau lagi deh lanjutannya gimana.
oke tulisan ini dibuat tanpa tujuan, mohon maaf kalau ada pihak-pihak yang tersinggung. harapan saya sih sinetron indonesia semoga makin kesini makin bagus dan berkualitas ya, ceritanya semoga makin jelas dan mengandung pesan moral yang berarti, efek-efeknya semoga tambah real, kalo ada orang ditabrak mobil jangan melawan hukum fisika. oh iya, semoga gak kepanjangan dan gak ngehambur-hamburin stock bulu mata palsu di indonesia. ups xixixixixi.
Lirik Lengkap Lagu Indonesia Raya
I
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku.
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu!
Hiduplah tanahku, Hiduplah neg’riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
II
Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya.
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s’lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka,
P’saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.
Suburlah tanahnya, Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya!
Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.
III
Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
N’jaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.
S’lamatlah rakyatnya, S’lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg’rinya, Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.
Refrain
Indonesia Raya!
Merdeka! Merdeka!
Tanahku, neg’riku yang kucinta!
Indonesia Raya!
Merdeka! Merdeka!
Hiduplah Indonesia Raya!
#barutau selama ini kebanyakan cuma hafal 1 bagian pertama aja. Padahal di bagian lain ada “Sadarlah Hatinya, Sadarlah Budinya!” sama “Pulaunya, lautnya, semuanya!”
:)




